MUSIM PENGHUJAN WASPADAI BENCANA TANAH LONGSOR

Rabu, 24 Desember 2014 14:37:04 - Oleh : BPBD Kab. Kulon Progo

Longsoran merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan menuruni atau keluar lereng. Tanah longsor terjadi karena ada gangguan kestabilan pada tanah dan batuan penyusun lereng. Penyebab longsoran dapat dibedakan menjadi penyebab yang berupa faktor pengontrol gangguan kestabilan lereng dan proses pemicu longsoran.
Tanah longsor sering terjadi di Indonesia terutama pada musim penghujan. Kejadian bencana tanah longsor pada umumnya terjadi di daerah perbukitan sehingga banyak menimpa masyarakat di daerah kaki bukit serta menghancurkan prasarana transportasi darat seperti jalan, jembatan dan rel kereta api.

Pemicu longsoran dapat berupa :
• Peningkatan kandungan air dalam lereng, sehingga terjadi akumulasi air yang merenggangkan ikatan antar butir tanah dan akhirnya mendorong butir-butir tanah untuk longsor
• Getaran pada lereng akibat gempa bumi ataupun ledakan
• Peningkatan beban yang melampaui daya dukung tanah atau kuat geser tanah
• Pemotongan kaki lereng secara sembarangan yang mengakibatkan lereng kehilangan gaya penyangga

Gejala lereng akan longsor :
• Bencana tanah longsor pada umumnya terjadi secara mendadak pada saat atau setelah terjadinya hujan. Kejadian longsor pada umumnya terjadi dengan diikuti suara gemuruh disertai gerakan massa tanah dan/atau batuan yang meluncur sangat cepat ke bawah bukit menyapu apa yang dilewati.
• Munculnya retakan lengkung memanjang pada lereng dan bangunan di atas lereng.
• Terjadinya penggelembungan pada lereng
• Miringnya pohon-pohon, tiang-tiang dan bangunan di atas lereng
• Pintu-pintu atau jendela tiba-tiba sulit dibuka
• Tiba-tiba muncul rembesan air pada lereng

Apabila longsor tiba-tiba terjadi :
• Tetap awas apabila kita berada dikawasan rawan longsor ketika hujan besar tiba
• Segera mengevakuasi diri/penduduk jika tebing telah menunjukkan gejala akan longsor. Hindari jalur-jalur sungai dan lereng ketika menuju tempat pengungsian
• Bila tidak dapat menyelamatkan diri, segera mengambil posisi meringkuk seperti bola dan lindungi kepala.

Upaya Pencegahan Bencana Tanah Longsor :
• Kenali daerah tempat tinggal kita sehingga jika terdapat ciri-ciri daerah rawan longsor kita dapat menghindari
• Perbaiki tata air dan tata guna lahan disekitar lereng
• Tanami daerah lereng dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam (akar tunggang)
• Tutup retakan-retakan yang timbul di atas tebing dengan material lempung untuk mencegah air masuk kedalam tanah
• Waspada terhadap mata air atau rembesan dan kejadian longsor skala kecil di sepanjang lereng
• Jangan mendirikan bangunan diatas lereng rawan longsor
• Jangan mencetak kolam atau sawah irigasi di atas dan pada rawan longsor
• Jangan melakukan penggalian di sekitar kaki lereng yang rawan longsor
• Jangan menebang pohon sembarangan pada dan disekitar lereng yang rawan longsor

 

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak