MENGURANGI RESIKO BENCANA TSUNAMI

Jum`at, 10 April 2015 11:51:09 - Oleh : BPBD Kab. Kulon Progo

Tsunami berasal dari bahasa Jepang. "tsu" berarti pelabuhan, "nami" berarti gelombang sehingga secara umum diartikan sebagai pasang laut yang besar di pelabuhan.
Tsunami dapat diartikan sebagai gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh gangguan impulsif dari dasar laut. Gangguan impulsif tersebut bisa berupa gempa bumi tektonik, erupsi vulkanik atau longsoran. Kecepatan Tsunami yang naik ke daratan sekitar 25 - 100 Km/jam dan ketinggian air mencapai 20 meter sampai 36 meter.

Penyebab terjadinya Tsunami adalah gempa bumi yang diikuti dengan dislokasi, perpindahan masa tanah, batuan yang sangat besar di bawah air (laut/danau); tanah longsor di dalam laut; dan letusan gunung api dibawah laut atau gunung api pulau.

Gejala dan peringatan dini:
• Kejadian mendadak dan umumnya di Indonesia didahului dengan gempa besar dan susutnya air laut ke tengah lautan.
• Terdapat selang waktu antara waktu terjadinya gempa bumi sebagai sumber tsunami dan waktu tiba tsunami di pantai mengingat kecepatan gelombang gempa jauh lebih besar dibandingkan kecepatan tsunami. Di Indonesia pada umumnya tsunami terjadi dalam waktu kurang dari 40 menit setelah terjadinya gempa bumi.

Sebagai langkah persiapan, yang harus dilakukan adalah:
• Persiapkan rencana penyelamatan untuk menghadapi resiko tsunami
• Lakukan simulasi penyelamatan diri sebagai latihan evakuasi dan penyelamatan diri bila tsunami terjadi.
• Tanam mangrove serta tanaman lainnya sepanjang garis pantai untuk meredam air tsunami.
• Kenali wilayah dan buatlah rute evakuasi
• Melaporkan secepatnya jika mengetahui tanda-tanda akan terjadinya tsunami kepada petugas yang berwenang : Kepala Desa, Polisi, BPBD Stasiun Radio, SATLAK PB maupun institusi terkait.
• Jika Anda turis yang sedang berwisata di kawasan pantai, pahami protokol keselamatan di wilayah setempat.

Hal-hal yang harus dilakukan selama bencana Tsunami terjadi adalah :
• JANGAN MENDEKATI PANTAI
• Setelah merasakan gempa bumi, segera selamatkan diri ke dataran yang lebih tinggi
• Pergilah ke dataran tinggi minimal tiga puluh meter diatas permukaan laut. Bila memungkinkan, pergilah ketempat yang lebih tinggi dan lebih jauh dari pantai
• Berikan prioritas bantuan kepada orang lain, khususnya bagi anak-anak, wanita hamil, orang lanjut usia, dan orang dengan kebutuhan khusus selama proses evakuasi
• Utamakan keselamatan diri diatas barang-barang berharga

Hal-hal yang harus dilakukan setelah terjadi Tsunami adalah :
• Perhatikan cidera yang dialami diri sendiri dan coba untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum membantu orng lain yang terluka atau terjebak dalam reruntuhan
• Jangan kembali ke rumah sebelum dinyatakan aman
• Perhatikan kekuatan bangunan atau rumah sebelum masuk untuk menghindari runtuhan bangunan
• Hindari puing-puing yang terbawa arus karena dimungkinkan terdapat benda yang berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan.

 

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak