SOSIALISASI PENGURANGAN RESIKO BENCANA GEMPA BUMI DI SMPN 2 PANJATAN

Sabtu, 19 November 2016 00:05:22 - Oleh : SEKSI PENCEGAHAN DAN KESIAPSIAGAAN

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lingkungan BPBD Kab. Kulon Progo

Kulon Progo Siaga Darurat Kekeringan

Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 di BPBD Kab. Kulon Progo

SOSIALISASI DAN SIMULASI BAHAYA KEBAKARAN DI AREA PASAR WATES

SIMULASI TANAH LONGSOR DI DESA HARGOMULYO

Pada hari Jumat 18 November 2016 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pengurangan resiko bencana gempa bumi di SMP N 2 Panjatan. Kegiatan ini diinisiasi oleh sekolah dengan harapan bahwa warga sekolah mampu mengetahui dan memahami apa saja yang diperlukan sebelum dan saat terjadi gempa bumi.


Kegiatan dibagi menjadi 2 (dua) session yaitu session teori dan session praktek/simulasi. Di session teori, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulon Progo Hepy Eko Nugroho, SP,MM memberikan pemahaman kepada peserta sosialisasi bahwa kita tidak bisa mencegah terjadinya bencana gempa. Kita hanya bisa mengurangi resikonya dengan pengetahuan dan tindakan-tindakan yang tepat. Hepy Eko Nugroho menjelaskan bahwa bumi terbagi menjadi 12 lempeng. Indonesia berada di antara pertemuan 3 lempeng yaitu Indo Australia, Eurasia, dan Pasifik. Ketiga lempeng tersebut bergerak dan mendesak satu sama lain sehingga menyebabkan gempa bumi. Gempa bumi tersebut bila berada dipertemuan lempeng dan dengan magnitude diatas 7, gempa dangkal bisa berpotensi Tsunami. Sehingga perlu langkah-langkah penyelamatan. Namun yang terpenting bagi warga sekolah adalah menyiapkan prosedur evakuasi gempa bumi  agar mampu melindungi warga sekolah dari ancaman gempa bumi.Cara yang paling mudah adalah mengintegrasikan pengurangan resiko bencana kedalam kurikulum/matapelajaran.


Agar peserta sosialisasi lebih memahami materi yang disampaikan,  pada kesempatan tersebut juga diputarkan film dokumentasi evakuasi gempa bumi dan tsunami yang dilaksanakan oleh SD Negeri Jangkaran.Tujuannya untuk memberikan pemahaman bagaimana bersikap jika terjadi gempa bumi saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Diantaranya adalah:
1. Melindungi kepala dengan tas/buku
2. Memasukkan badan kekolong meja untuk menghindarkan diri jika ada genting/benda lain yang jatuh sampai gempa selesai.
3. Evakuasi keluar kelas menuju tempat terbuka secara teratur dengan tetap melindungi kepala.
4. Berkumpul di lapangan untuk mengecek jumlah murid, sesuai atau berkurang, apabila berkurang dicari, apabila terluka dilakukan PPGD.
5. Menunggu instruksi selanjutnya dari guru/kepala sekolah untuk tindakan selanjutnya. Apakah ada ancaman Tsunami atau tidak.

Kegiatan dilanjutkan dengan session yang ke 2 yaitu simulasi.
Pada session ini, semua siswa kembali ke kelas masing-masing untuk KBM seperti biasa.Di tengah-tengah KBM ada gempa. Murid-murid melaksanakan instruksi seperti di film yang sudah dilihatnya dan terlihat bahwa murid dan guru memang agak canggung dan belum biasa, karena memang biasanya langsung lari keluar.Kalau langsung lari keluar ditakutkan akan terjebak di pintu keluar dan akan menimbulkan korban baru.

Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan evaluasi. Setelah dilakukan evaluasi pada saat berkumpul dilapangan disepakati bahwa sekolah akan mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari dari kegiatan sosialisasi tersebut.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak