BPBD KULON PROGO MENGIKUTI LATIHAN MITIGASI TSUNAMI KAWASAN SAMUDERA HINDIA

Indonesia bersama dengan negara-negara di kawasan Samudera Hindia Pada Tahun 2020 menggelar latihan gabungan bertajuk Indian Ocean Wave Exercise 2020 (IOWave20).

Kegiatan IOWave20 merupakan latihan sistem peringatan dini dan mitigasi TSUNAMI dua tahunan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Inter-governmental Coordination Group/Indian Ocean Tsunami Warning Mitigation System (ICG/IOTWMS)-UNESCO. Untuk diketahui, IOWave pertama kali dilaksanakan pada Oktober 2009

Latihan dengan metode table top exercise (TTX) ini dikoordinasikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan lembaga-lembaga terkait di Indonesia serta 24 negara-negara di kawasan Samudera Hindia. Selain metode TTX, mengingat adanya pandemi Covid-19, TTX dilaksanakan secara virtual oleh peserta yang mengikuti kegiatan ini salah satunya BPBD Kabupaten Kulon Progo.

BPBD Kabupaten Kulon Progo mengikuti TTX Virtual kegiatan IOWave20 dengan didampingi oleh fasilitator dan narasumber dari BMKG Stageof Mlati Sleman.

Peristiwa ini disimulasikan terjadi pada pukul 10.00 WIB dan berada di selatan Jawa. Pemodelan tsunami menggunakan modelling Tsunami Observation and Simulation Terminal (TOAST) dengan menghasilkan data peringatan dini. Peringatan dini simulasi menyebutkan gempa dengan magnitudo 9.1 dan berkedalaman 10 km.  

Latihan bertujuan untuk mengevaluasi rantai peringatan dini tsunami dan kesinambungan standard operating procedure (SOP) antara BMKG dengan beberapa pihak terkait uji SOP, keterlibatan para pihak, tautan komunikasi di daerah seperti operator 24/7 termasuk kelengkapan komunikasi, Di samping itu, IOWave20 juga bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan para pihak dalam menerima dan memahami tingkat pesan peringatan tsunami dari BMKG. 

Pada kesempatan ini, BMKG akan menguji diseminasi informasi dari perangkat warning receiver system new generation atau WRS NewGen yang telah terpasang di kantor BPBD dan mitra terkait lainnya. 

Karena di BPBD Kulon Progo tidak memiliki WRS New Gen, maka simulasi menggunakan link WRS NewGen yang telah disediakan oleh BMKG. Ada 3 metode pemberitahuan peringatan dini yaitu Metode WRS New Gen, SMS dan Email. Selama berlangsung kegiatan TTX hanya 2 diseminasi informasi yang tersampaikan yaitu dr WRS New Gen dan SMS.

Dari simulasi yang dilakukan diketahui bahwa jaring komunikasi yang ada di masyarakat mempunyai peran vital dalam penanggulangan bencana. Kecepatan penyampaian informasi tergantung dari kesiapan setiap komponen yang ada. Evakuasi bencana dapat berjalan cepat apabila masyarakat menerima informasi yang cepat dan mempunyai pemahaman yang benar mengenai mitigasi bencana tsunami.