PEMBENTUKAN KALURAHAN TANGGUH BENCANA TEMON KULON, TEMON, KULON PROGO

Semenjak Pembangunan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Temon, Kulon Progo, sedikit banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat di Kapanewon Temon. Terdapat pertumbuhan ekonomi yang signifikan di wilayah Kapanewon Temon khususnya dan Kulon Progo pada umumnya.

Perkembangan wilayah tentunya juga diimbangi dengan perkembangan permasalahan yang terjadi, salah satunya potensi akibat bencana baik faktor alam maupun non alam. Kapanewon temon yang terdiri dari 15 Kalurahan, saat ini baru ada 3 kalurahan yang merupakan Kalurahan  Tangguh Bencana, Yaitu Kalurahan Jangkaran, Sindutan dan Glagah. Sedangkan 12 Kalurahan lainnya belum terpetakan sebagai kalurahan tangguh bencana.

 Pada tanggal 12,13 dan 14 Oktober 2020, dengan menerapkan protocol kesehatan, BPBD Kulon Progo, melalui APBD II berupaya untuk menginisiasi pembentukan Kalurahan Tangguh Bencana di Kalurahan Temon Kulon. Temon Kulon merupakan salah satu dari 75 desa rawan bencana di Kulon Progo.

Kegiatan Pembentukan Kalurahan Tangguh Bencana Temon Kulon menggali informasi dan potensi yang ada dimasyarakat Temon Kulon dengan didampingi Forum PRB Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini menghasilkan Dokumen Kajian Resiko Bencana Kalurahan Temon Kulon, Pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana Temon Kulon, Satuan Tugas Penanganan bencana serta potensi maupun kapasitas yang dimiliki Kalurahan Temon Kulon.

   

Tujuan dari pembentukan Kalurahan Tanguh Bencana adalah untuk menjadi Kalurahan yang memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana.

Setelah dibentuk sebagai Kalurahan Tangguh Bencana, diharapkan untuk selanjutnya Kalurahan Temon Kulon mampu untuk meningkatkan kapasitas masyarakat kalurahan dan mengurangi kerentanan yang ada sehingga apabila ada bencana, kerugian jiwa dan hartabenda dapat diminimalisir.

Perkembangan kalurahan tangguh bencana sangat tergantung dari Forum PRB yang ada didesa tersebut. Keaktifan forum dapat difasilitasi oleh APBDes, APBD II, APBD I maupun APBN dan pihak swasta.

Dengan terbentuknya Kalurahan Temon Kulon sebagai Kalurahan Tangguh Bencana, saat ini di Kulon Progo terdapat 45 Kalurahan Tangguh Bencana dari 75 Desa Rawan Bencana yang ada.