KALURAHAN KEBONREJO DAN KEDUNDANG SEBAGAI KALURAHAN TANGGUH BENCANA TAHUN 2020

Perkembangan pembangunan yang pesat di kapanewon Temon akhir-akhir ini tentunya juga diimbangi dengan perkembangan permasalahan yang terjadi, salah satunya potensi akibat bencana baik faktor alam maupun non alam. Kapanewon temon yang terdiri dari 15 Kalurahan, saat ini baru ada 4 kalurahan yang merupakan Kalurahan  Tangguh Bencana, Yaitu Kalurahan Jangkaran, Sindutan, Glagah dan Temon Kulon. Sedangkan 11 Kalurahan lainnya belum terpetakan sebagai kalurahan tangguh bencana.

 Pada akhir Oktober 2020, dengan menerapkan protocol kesehatan, BPBD Kulon Progo, melalui APBD II berupaya untuk menginisiasi pembentukan Kalurahan Tangguh Bencana di Kalurahan Kebonrejo dan kedundang, menyusul Kalurahan Temon Kulon yang telah dibentuk beberapa waktu yang lalu.

Kegiatan Pembentukan Kalurahan Tangguh Bencana berupaya untuk menggali informasi dan potensi yang ada dimasyarakat dengan didampingi Forum PRB Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini menghasilkan Dokumen Kajian Resiko Bencana Kalurahan Temon Kulon, Pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana Temon Kulon, Satuan Tugas Penanganan bencana serta pemetaan potensi maupun kapasitas yang dimiliki Kalurahan Temon Kulon.

Tujuan dari pembentukan Kalurahan Tangguh Bencana adalah untuk menjadi Kalurahan yang memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana.

Setelah dibentuk sebagai Kalurahan Tangguh Bencana, diharapkan untuk selanjutnya Kalurahan Kebonrejo dan Kedundang mampu untuk meningkatkan kapasitas masyarakat kalurahan dan mengurangi kerentanan yang ada sehingga apabila ada bencana, kerugian jiwa dan hartabenda dapat diminimalisir.

Perkembangan kalurahan tangguh bencana sangat tergantung dari Forum PRB yang ada didesa tersebut. Keaktifan forum dapat difasilitasi oleh APBDes, APBD II, APBD I maupun APBN dan pihak swasta.