PENANGGULANGAN BENCANA KEKERINGAN, DONATUR MASUK KE KABUPATEN KULON PROGO

Pengasih. Seperti diketahui, saat ini Kabupaten Kulon Progo menetapkan SK Tanggap Darurat Bupati Kulon Progo Nomor 354/C/2023 tentang Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Kekeringan di Wilayah Kabupaten Kulon Progo, yang berlaku mulai 11 September sampai 11 Oktober 2023.

Disamping penanganan menggunakan Dana Belanja Tidak Terduga Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, banyak lembaga swasta/ dunia usaha yang memiliki kepedulian terhadao bencana kekeringan.

Sampai akhir Oktober tercatat beberapa donatur yang masuk ke Kabupaten Kulon Progo yaitu :

  1. CSR FAPET UGM 85 (BP. HARIYADI) 9 LOKASI DI KALIBAWANG,SAMIGALUH, GIRIMULYO
  2. CSR IKARES (IKATAN ALUMNI REMAJA SEKIP/ EVIANA DHEWAYANI) 5 LOKASI DI KALIBAWANG, KOKAP, GIRIMULYO DAN SAMIGALUH
  3. CSR TRAIL GROMBOLAN KEONG JOGJA (BP. WAWAN) 2 LOKASI DI KALIBAWANG
  4. CSR IKKJ (BP. SIGIT) 3 LOKASI DI GIRIMULYO
  5. CSR CV. KARTIKA KARYA 4 TITIK DI SAMIGALUH DAN GIRIMULYO
  6. CSR MADI SUMARYADI 2 TITIK DI KOKAP DAN TEMON
  7. CSR WARUNG SS KARANGNONGKO WATES 9 TITIK DI SAMIGALUH
  8. CSR PT. BENING 4 TITIK DI KOKAP

Selain CSR tersebut masih ada CSR yang melalui PMI Kulon Progo dan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kulon Progo.

Kami sangat mengapresiasi keberadaan CSR ini karena mampu meringankan masyarakat Kabupaten Kulon Progo dari dampak bencana kekeringan.

Sampai saat ini Droping Air masih terus berlangsung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kulon Progo, apabila ada kelompok masyarakat yang memerlukan air bersih untuk kebutuhan pokok dapat  melaporkan ke BPBD Kabupaten Kulon Progo.