OPINI: EARLY WARNING FOR EARLY ACTION

Peringatan dini dan atau sistem peringatan dini kebencanaan dibangun untuk memberikan informasi atau data secara cepat dan tepat akan adanya ancaman sebuah bencana. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan tindakan yang tepat untuk menentukan langkah selanjutnya. Aksi atau tindakan pertama setelah informasi bencana terjadi via sistem peringatan dini inilah yang menentukan ketepatan tindakan atau keputusan yang diambil setelahnya. Sehingga dalam periode waktu itu dikenal dengan istilah golden time.

Secara umun kita membayangkan jika sistem peringatan dini kebencanaan dijalankan oleh teknologi canggih dan mutakhir. Ya, beberapa data dan informasi memang harus didapat dari sarana yang canggih. Namun begitu, kearifan lokal (ilmu titen)yang berwawasan lingkungan akan menjadi bekal praktis bagi Masyarakat untuk dapat menjadikannya sebagai “peringatan dini bencana”. Hal ini wajib didukung dengan kesiapsiagaan kita setelah mendapat informasi tersebut, agar dapat meminimalisir dampak dari sebuah bencana.

Masyarakat pesisir tentu sudah familiar dengan fenomena pasang surut air laut, baik itu yang normal atau abnormal. Masyarakat di bagian pegunungan yang bisa “membaca” tanda-tanda alam saat terjadi hujan deras. Atau bahkan Masyarakat yang berada di lereng gunung berapi bisa “melihat” tanda alam saat akan terjadi erupsi.

Tindakan awal inilah yang menjadi penentu tindakan selanjutnya. Ketika sudah mendapat “tanda” maka secara otomatis dan sadar kita melakukan apa yang harus dilakukan. Golden time dijalankan dengan tepat.

Singkatnya peringatan dini bencana ditujukan untuk menentukan tindakan awal secara tepat dan cepat. Early warning for early action. Konsep ini tentu membutuhkan pengetahuan, pembiasaan serta proses guna membentuk sikap siaga dan pengambilan keputusan yang tepat dan cepat.

Akhrinya kata, kita sebagai Masyarakat harus beradaptasi dengan konsep ini, baik dari pribadi maupun kelompok. Penggunaan peringatan dini yang merujuk pada kearifan lokal setempat dapat menjadi bekal Masyarakat dalam bertindak, dibarengi dengan pengetahuan akan kebencanaan yang baik. Sehingga hal ini diharapkan akan menghasilkan budaya siaga dalam Masyarakat.

 

Salam. Siap untuk selamat